02 Maret 2012

AKU MAKIN CANTIK HARI INI...

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini!

Sungguh, aku makin cantik!

Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi.

Coba lihat...
DAHIku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu.
BIBIRku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin.
MUKAku tidak lagi tertekuk penuh beban dan BeTe-an seperti waktu-waktu yang lewat.
TUBUHku tidak lagi lesu karena keputusasaan dan kehilangan harapan. Sungguh, aku makin cantik hari ini!

Coba perhatikan...
MATAku bersinar-sinar oleh kegembiraan. 
BIBIRku merekah lebar oleh senyum ketulusan.
PIPIku merona merah oleh semangat pengharapan.
URAT-URAT WAJAHku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. 
Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya.
Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali. Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja. 

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. 
Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. 
Ada kalanya kita melakukan kesalahan. 
Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. 
Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. 
Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. 
Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan. 

Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan. 
Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. 
Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam.

Dan tahukah dikau? 
Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja. Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan... 
Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan. 
Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang. 
Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan. 

Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak meneyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.
Dan itu membuat aku merasa cantik sekali.

Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil. 
Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. 

Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri. 
Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku. Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup. 

“ Sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah.” 

Karena itu... dengan bangga kunyatakan... AKU MAKIN CANTIK HARI INI... 

Apakah engkau juga? Hei... jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari! 


(Sumber : Airputih@tk.com)

21 Februari 2012

Ajaran Hidup Bahagia (Filosofi Jawa)

Sugih tanpa banda, Digdaya tanpa aji,
Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake,
Trimah miwah pasrah, suwung pamrih,
Tebih ajrih langgeng tan ono susah,
Tan ono bungah*)
Anteng manteng, sugeng Jeneng,
Durung menang yen durung wani kalah,
Durung tunggul yen durung wani asor,
Durung gede yen durung wani cilik.
 
Artinya:
Kaya tanpa harta, Sakti tanpa ajimat,
Menyerbu tanpa pasukan, Menang tanpa merendahkan,
Menerima dengan pasrah, Sepi dari rasa pamrih,
Jauh dari rasa takut, Selamanya tiada perasaan susah,
Tiada perasaan gembira*)
Tenang dalam menghadapi sesuatu,
Belum menang bila belum berani menghadapi kalah,
Belum unggul bila belum berani rendah,
Belum menjadi besar bila belum berani menjadi kecil. 

_____________________________________________________________
Ajaran hidup bahagia dari Raden Mas Panji Sosrokartono (1877-1952)
Saudara kandung RA Kartini

*) tak merasa susah berlebih saat kesusahan, tak merasa gembira berlebih saat sedang gembira (pandai menjaga keseimbangan perasaan) 
 
#dari berbagai sumber



20 Februari 2012

Lao Tzu


Lao Tzu (570-470 SM)

Lao Tzu (Tionghoa: 老子, pinyin: Lǎo Zǐ) merupakan ahli filsafat yang terpopuler dan juga merupakan pendiri Taoisme kini. Lao Tzu (570-470 SM), dilahirkan di Provinsi Ku(苦县), Chuguo (楚国), sekarang dikenali Provinsi Henan. Ia merupakan ketua pustakawan Chuguo pada zaman dinasti Zhou, di mana pada masa jabatannya, ia banyak mendapat manfaat dengan membaca kitab-kitab serta catatan-catatan historis, sehingga ia mencapai keluasan wawasan.

Pada waktu keruntuhan Dinasti Zhou, Lao Tzu meletakkan jabatan dan meninggalkan negerinya. Ketika ia tiba di Kastam Hangu (函谷关), Guan Yixi (关尹喜) memintanya meninggalkan filsafat dalam bentuk tulisan. Atas permintaan ini, ia menciptakan dua karya yang berjudul Tao dan Te sebelum meninggalkan Chuguo. Kedua kitab tersebut digabungkan dan diperkenalkan sebagai Tao Te Cing yang berisikan 5000 huruf Tionghua dalam 81 bab.



Kata kebajikan Lao Tzu yang dikenang :

Kebaikan dalam kata-kata menciptakan keyakinan, kebaikan dalam berpikir menciptakan kebesaran hati, kebaikan dalam tindakan menciptakan cinta. 

Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramah-tamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramah-tamahan dalam memberi menciptakan kasih.  

Orang hebat mampu mengendalikan orang lain, tetapi lebih hebat lagi kalau dia mampu mengendalikan dirinya sendiri.
Jagalah pikiranmu, itu akan menentukan kata-katamu.
Jagalah kata-katamu, itu akan menentukan tindakanmu.
Jagalah tindakanmu, itu akan menentukan kebiasaanmu.
Jagalah kebiasaanmu, itu akan menentukan karaktermu.
Jagalah karaktermu, itu akan menentukan takdirmu.
...