Tampilkan postingan dengan label Kidung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kidung. Tampilkan semua postingan

22 Mei 2012

masih di bangku taman ketika itu,

(ketika kabut begitu fasih melantunkan keheningan, menemanimu merindu dalam diam..)

maka tunggu saja, sayang..
aku akan datang
mengibas jelah kabut kabut itu
bersama kata kata
mejadi pelangi memulihkan rindu

15 April 2012

Khitbah Tetesan Hujan

dari bulir-bulir langit yang jatuh ke bumi, berkatalah ia kepada dedaunan;

“wahai daun-daun yang tersenyum bertunas meriap begitu anggun, saat inilah takdir Tuhan terejawantahkan melalui musimku. Aku tahu kamu begitu merindu, demikian aku. Maka bukalah lebar selapang rindumu. biarkan aku menukik perlahan bertandang untuk melebur rindu itu, meretas rahasia, meramu gigil, lalu mencipta ceria..”

14 April 2012

Ta’aruf lelaki burung (kolibri)


Akulah lelaki burung yang mengembara di angkasa fana, dan kembali menyulam musim semi dengan mimpi mimpi, pada madu madu tetumbuhan perdu. Aku di sini, pada ujung reranting tepian sungai, setengah pandang melihatmu di seberang.

Tersebutlah kamu bunga Lili, yang putih anggun, dengan bulir embun pagi yang masih setia memalun kelopakmu pada setiap senti. Putik putikmu menjulur mesra, dan nektar nektar tak teraba sungguh menggoda, ah.. ingin segera aku merengkuh dan mencecapnya..

Tapi, tunggu! bersebab kamu begitu suci, takkan silap mata kuterbangkan tubuh ini, kepadamu akan kukepakkan sayap sayap syar’i;
Maka, biarkan aku pinta angin angin murobbi lalu menyambangi, menyampaikan segala resah kicau pesanku,

Bolehkah?

05 Maret 2012

Mana Pesanmu?

bersimpuh,
ingin kudengar pesan-pesanmu
dari bisik-bisik pasir,
meski ku tau angin diam
dan air laut tak lagi bergelombang,
tapi,
aku tetap di sini sayang,
di tempat yang dulu kita suka
di tempat kita pernah tersipu-sipu malu
lalu, mana pesanmu?
aku tunggu di sini,
untuk kita bersimpuh lagi
sampai lama
sampai lapuk
sampai usang..



model; aku
pantai Depok Jogja 26 juni 2011

Sayapku Patah

sayapku patah
telah kubuang ke laut, kemarin
aku sudah tidak terbang, tapi setidaknya
aku masih mampu berjalan..

16 Oktober 2011

Menanti hujan

berpayung aku menanti hujan,
menanti jatuh bulir bulirnya
memeluk dan menyetubuhi raga
sampai jiwaku berbasah setia..

06 Oktober 2011

Tentang bulan sabit






shubuh ini bulan sabit,
bulan sabit hanya sepenggal
tapi kilaunya tiada tara
takjub aku dibuatnya
kemilaunya mampu menerangi langit

ternyata menjadi setengah itu tak mengapa ya..
hanya perlu lakukan yang terbaik
maka tak akan kalah dengan yang sempurna..

31 Agustus 2011

alhamdulillah..
setelah sebulan memeluk Ramadhan
sampai kita pada mula Syawal
mula kemenangan.
Coba kita tengok hati,
bening-kah?


19 Mei 2011


biar saja, 
di luar sana tak ada teduh untuk kita, atau 
kau dan aku untuk segera pulang
mari tetap bersamaku di sini sebentar,
akan kuajari kau membaca definisi hidup yang di bawa butiran air jatuh
;gerimis putih